Kamis, 24 September 2015

Hantu Raja Bergentayangan di Katedral Inggris


Hantu Raja Bergentayangan di Katedral Inggris


Penemuan tengkorak Raja Richard III baru saja membuat sensasi di Inggris. Kini cerita mengenai hantunya bergentayangan, kembali menambah kisah mistis mengenainya.
Seniman sekaligus cenayang Christine Hamlett dari Northwich, Chesire percaya bahwa ada kehadiran Raja Richard di Katedral Leicester.
Richard, yang telah sering difitnah dalam sejarah, kembali dikebumikan di katedral pada 26 Maret 2015 setelah jenazahnya ditemukan pada tahun 2012.
Christine, yang mengunjungi Katedral sebagai wisatawan pada hari Senin, 7 September 2015 mengatakan: “Saya merasa benar-benar tenang di dalam katedral dan juga bisa merasakan kehadiran menenangkan dan saya pikir itu mungkin adalah Richard.”
“Saya selalu mengambil gambar dan mengeluarkan pemikiran saya ketika saya mengunjungi tempat-tempat dan ketika saya melihat kembali foto-foto dari lantai-lantai, saya tertegun. Saya melihat wajah Richard menatap ke arahku,” ujar Hamlett, seperti yang dikutip metrotvnews dari Mirror.
“Saya sudah merasa ditarik oleh Richard untuk beberapa waktu jadi itu adalah kunjungan nyata yang istimewa. Saya merasa agak aneh, saya digunakan untuk menjangkau roh tapi saya merasa ganjil untuk meyakinkannya, itu tidak biasa,” imbuhnya.
Perempuan berusia 58 tahun itu percaya bahwa mahluk halus yang ia rasakan di katedral itu sangat tenang, nyaman dan pada akhirnya tenang.
“Rasanya seperti dia akhirnya damai dan berada di tempat yang seharusnnya. Parkir mobil mungkin bukan tempat untuk Raja untuk dimakamkan tapi ada aura damai di sekitar makamnya dan itu seolah-olah rohnya menghargai berada di tempay yang sesuai dan tepat,” tutur Hamlett.
Dia mengklaim bahwa memiliki foto lain yang telah ia ambil sebelumnya dan memperlihatkan dua orang putri di sebuah menara.

10 Pesepak Bola dengan Tendangan Terkencang


10 Pesepak Bola dengan Tendangan Terkencang


Gol adalah hal yang paling ditunggu-tunggu bagi para penikmat sepakbola. Biasanya, gol yang sangat emosional adalah gol yang tercipta dari luar kotak penalti atau dari tendangan yang keras. Dari sekian banyak pesepak bola terkenal, 10 pemain ini adalah pemilik tendangan terkencang di dunia, seperti dikutip dari bolahore.com. Siapa saja mereka?

1. David Eric Hirst (183 km/jam)

Pemain kelahiran 7 Desember 1967 ini tercatat memiliki tendangan paling kencang. Saat bermain untuk Sheffield Wednesday pada 1996, Hirst mampu menghasilkan tendangan dengan kesepatan 183 km/jam. Tingkat kecepatannya hampir menyamai kecepatan maksimum kendaran roda empat.

2. David Beckham (157 km/jam)

Legenda klub Manchester United ini pernah melambungkan si kulit bundar dengan kecepatan 157 km/jam, saat klubnya berhadapan dengan Chelsea pada 22 Februari 1997. Itulah tendangan tercepat yang dimiliki oleh pemain yang saat ini berlaga di kompetisi Major League Soccer untuk klub Los Angeles Galaxy.

3. David Trezeguet (155km/jam)

Striker tim nasional Prancis ini termasuk salah satu ujung tombak yang disegani. Trezegol, julukannya, juga terkenal dengan tendangan kerasnya. Rekor yang pernah dicatat adalah saat bermain untuk Monaco yang berhadapan dengan Manchester United pada 19 Maret 1998. Ketika itu, kecepatan tendangannya mencapai 155 km/jam.

4. Richie Humphreys (154km/jam)

Catatan sejarah yang dimiliki oleh pemain Sheffield Wednesday ini adalah saat timnya bertanding melawan Aston Villa pada 17 Agustus 1996. Para pertandingan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia itu, Humphreys melesakkan satu gol dengan kecepatan bola 154 km/jam.

5. Matthew Le Tissier (140km/jam)

Pensiunan pemain Southampton tersebut mencatatkan sejarah tendangan terkerasnya, satu tahun setelah rekor Richie Humphreys. Ketika itu, 18 Januari 1997, klubnya berhadapan dengan Newcastle pada Liga Primer Inggris. Tendangan voli Le Tissier mempu menerobos gawang lawan dengan kecepatan bola 140 km/jam.

6. Alan Shearer (138km/jam)

Mantan kapten Inggris ini dikenal sebagai legenda hidup Newcastle United. Dia memiliki tendangan bebas yang keras dan cenderung lurus ke arah gawang lawan. Apalagi ketika mengeksekusi tendangan penalti. Rekor tendangan terkerasnya adalah saat klubnya melawan Everton pada 1 Desember 2002. Kecepatan bola yang ditendangnya mencapai 138 km/jam.

7. Roberto Carlos (137km/jam)

Pemain kidal asal Brasil ini mampu menghasilkan tendangan 137 km/jam, saat membela Brasil melawan Prancis pada 3 Juni 1997. Pria yang sekarang bermain untuk Anzhi Makhachkala di liga Rusia itu memiliki keistimewaan lain. Akurasi dalam tendangan bebas yang melengkung dan keras, sehingga sulit diantisipasi penjaga gawang.

8. Hugo Almeida (136km/jam)

Hugo Almeida mencatatkan rekor tendangan tercepatnya pada 1 November 2005, saat klub yang dia bela, Porto berhadapan dengan Inter Milan. Dari jarak 32 meter, pemain berkebangsaan Portugal itu mengirimkan bola berkecepatan 136 km/jam ke penjaga gawang lawannya, yang kemudian tidak dapat diantisipasi.

9. Tugay Kerimoğlu (135km/jam)

Dia disebut sebagai legenda pesepak bola Turki. Rekornya dicatat saat pemain yang pensiun pada 2003 ini membela Blackburn Rovers berhadapan dengan Southampton pada 3 November 2001. Saat itu, pemain kelahiran 1970 ini mampu membuat bola yang ditendangnya melaju dengan kecepatan 135 km/jam.

10.Gabriel Omar Batistuta (132km/jam)

(lahir di Avellaneda, Santa Fé, Argentina, 1 Februari 1969; umur 43 tahun) dikenal dengan julukan Batigol atau orang biasa mengenalnya dengan nama Gabriel Batistuta adalah seorang pesepak bola Argentina yang banyak menghabiskan karier sepak bolanya di klub Fiorentina. Batistuta juga sangat dikenal dengan tendangan super kencangnya. Rekor yang pernah dicatat untuk pemai nyang sering melakukan selebrasi dengan gaya menembak ini adalah 132km/jam.

7 Kesalahan Fatal Transfer Pemain Sepakbola


7 Kesalahan Fatal Transfer Pemain Sepakbola

/
Comments are Off

Banyak pemain bola yang ketika dijual malah jauh lebih bagus dari pada saat main di klub sebelumnya, Nah kejadian ini terjadi pada sebagian pemain pemain ini. Di klub barunya mereka bermain sangat fantastis. Simak ulasan berikut ini yang dikutip dari Bolahore.com.

1. Eric Cantona (Leeds United ke Manchester United)

Leeds United mendatangkan Eric Cantona dari Nimes dengan harga 900 ribu pounds dan segera segera meraih kesuksesan membawa the Whites memenangkan piala Liga Utama dan mengantarnya bermain di Liga Premier Inggris musim berikutnya. Sebelum musim kompetisi baru bergulir di Liga Premier, semua orang terkejut saat pemilik club Bill Forherby menjual Cantona ke Manchester United dengan harga hanya 1,2 juta pounds! Ternyata itu menjadi salah satu keputusan terburuk di sepakbola profesional hingga saat ini, karena pemain Prancis tersebut seperti yang kita ketahui menjadi bintang legendaris bagi Manchester United hingga saat in! Eric Cantona pun mendapat julukan The King dari publik Old Trafford. Kabar terakhir, pemilik nomor punggung 7 tersebut ingin mencalonkan diri sebagai Presiden Perancis.

2. Cesc Fabregas (Barcelona ke Arsenal)

Barcelona pernah ‘membiarkan’ Ces Fabregas pindah ke Arsenal tanpa biaya sedikitpun alias gratis. Pemain tim nasional Spanyol ini bergabung bersama Arsenal saat dia baru berusia 16 tahun tetapi segera menjadi salah satu pemain tengah terbaik dunia di usianya tersebut, dan menjadi kapten bagi tim asuhan Arsene Wenger itu. Walau begitu dia tidak pernah melupakan mantan clubnya Barcelona tersebut, juga dengan harapan seluruh Catalonia agar dia mau segera kembali ke Camp Nou. Akhirnya Cesc pun pulang kembali ke Nou Camp, tetapi tentu saja tidak dengan gratisan seperti dahulu.

3. Andrea Pirlo (Inter ke AC Milan)

Andrea Pirlo terlihat sebagai salah satu prospek pemain yang bagus di Italia saat Inter memboyongnya dari Brescia, tapi pemain tengah tersebut gagal untuk menemukan permainan terbaiknya di Nerazzuri dan segera dijual ke AC Milan beberapa tahun kemudian dalam transfer yang melibatkan beberapa pemain. Pirlo tidak butuh waktu lama untuk menjadi pemain yang paling berpengaruh bagi Rossoneri untuk memenangkan beberapa trophy di tahun-tahun kemudian, dan juga menikmati kesuksesan bersama tim nasional Italia dengan memenangkan Piala Dunia pada tahun 2006. Sungguh suatu hal yang menyesakkan bagi Presiden Inter, Masimmo Moratti.

4. Nicolas Anelka (PSG ke Arsenal)

Nicolas Anelka tiba di Highbury dari PSG dengan salah satu ciri khas pembelian Arsenal oleh Arsene Wenger, pembelian dengan dana yang minim, alias murah! Arsenal hanya mengeluarkan dana sebanyak 500 ribu pounds untuk pemain usia 17 tahun tersebut. Setelah membantu Arsenal memenangkan Liga Premier Inggris dan piala FA di musim pertamanya bersama tim inti Arsenal. Namun Anelka (seperti juga Arsenal) memulai musim kedua dengan lambat dan segera menjadi pemain cadangan. Walalupun begitu, Anelka tidak butuh waktu lama agar tawaran datang untuk membuatnya meninggalkan Highbury dengan nilai sebesar 22,3 juta pounds. Lagi-lagi Arsene Wenger memang membuktikan kalau dia benar-benar berhak mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi.

5. Kevin Keegan (Scunthorpe to Liverpool)

Saat Bill Shankly membawa Kevin Keegan dengan hanya 35 ribu pounds dari Scunthorpe, dia pikir dia hanya mendatangkan pemain tengah dengan kualitas rata-rata. Tapi ternyata dia sadar bahwa dia menemukan pencetak gol yang luar biasa yang menolong The Reds menggapai posisi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya selama era tahun 70an. Setelah mencetak pas 100 gol, Keegan pindah ke Hamburg, dengan meninggalkan Liverpool keuntungan 500 ribu pounds atas penjualan dirinya. Keegan juga melewati 63 pertandingan bersama tim nasional Inggris dan menjadi bintang sepakbola di Inggris.

6. Diego Forlan (Manchester United ke Villareal)

Forlan tiba di Old Trafford dengan nilai pembelian 6,9 juta pounds disertai ekspektasi yang tinggi, tapi setelah mencetak hanya 17 gol dalam 95 kali tampil, pemain Uruguay ini segera dilepas ke Villareal dengan harga hanya 3 juta pounds. Dalam musim pertamanya bersama El Madrigal, Forlan segera mendapat trophy Pichichi karena mencetak 25 gol selama Liga Spanyol, dan juga mencapai semi final piala Champion bersama kapal selam kuning pada musim berikutnya. Villareal membuat keuntungan yang bagus atas pembelian Forlan, menjualnya dengan harga 21 juta pounds ke Atletico Madrid dan menjadi bintang disana. Bersama Kun Aguero (rekannya kala itu), mereka menjadi duet yang menakutkan bagi semua klub di Liga Spanyol. Forlan terus menunjukkan kualitasnya dengan menjadi pemain terbaik pada Piala Dunia 2010, dan membawa negaranya menjadi juara tiga pada Piala Dunia yang diadakan di Afrika Selatan tersebut.

7. Gerard Pique (Manchester United ke Barcelona)

Gerard Pique memulai karir sepakbolanya bersama sekolah sepakbola muda Barcelona yang terkenal yaitu La Macia. Namun sebelum menandatangani kontrak sepakbola profesionalnya di Camp Nou, Sir Alex ‘mencolong’nya, Pique pun kemudian memutuskan untuk bergabung bersama Manchester United. Dengan hanya berlaga sebanyak 12 pertandingan selama empat tahun di Old Trafford, prestasi yang kurang mengkilat, Sir Alex Ferguson memilih opsi untuk menjualnya kembali ke Barcelona dengan nilai 5 juta Euro. Selepas kepindahannya, seperti yang kita ketahui Pique segera menjadi pemain inti bagi Barcelona dan memenangkan banyak gelar untuk Barcelona, salah satunya ketika mengalahkan Manchester United dalam final Liga Champions 2011. Hal tersebut tentu saja meninggalkan penyesalan yang mendalam bagi Sir Alex Ferguson bahwa dia tidak memberikan Pique kesempatan yang sesungguhnya saat di Old Trafford. Selain bersama Barcelona, kekasih Shakira itu juga meraih sukses yang fantastis bersama Timnas Spanyol, juara Piala Eropa 2008, 2012 dan juara Piala Dunia 2010.

Kekuatan Magis Nomor 7 di MU yang Sangat Menyeramkan


Kekuatan Magis Nomor 7 di MU yang Sangat Menyeramkan


Percaya atau tidak, sebuah nomor punggung di dunia sepak bola selalu dipenuhi mistis. Seperti halnya nomor 7 di Manchester United.
Angka 7 merupakan nomor yang dianggap sangat keramat bagi tim yang bermarkas di Old Trafford Stadium tersebut. Nomor 7 di MU hanya mau dikenakan oleh pemain yang memiliki kemampuan spesial.
Pemain pertama yang sukses mengenakan nomor 7 adalah George Best. Dia merupakan pemain asal Inggris yang sangat mengagumkan. Memiliki kecepatan, keseimbangan, pengamatan dan kontrol bola yang sempurna membuatnya berhasil mempersembahkan trofi Liga Champions pertama untuk MU bersama Bobby Charlton dan Denis Law.
Selanjutnya, seperti yang dikutip dari liputan6.com, ada Bryan Robson dan Eric Cantona. Keduanya sangat sukses mengenakan nomor 7 di MU karena memiliki jiwa kepemimpinan, tegas dan lugas di lapangan hijau.

Eric Cantona
Pemain keempat yang sukses menjinakkan mitos menyeramkan nomor 7 adalah David Beckham. Pemilik tendangan bebas paling akurat di dunia ini pernah mempersembahkan Liga Champions 1999. Dua eksekusi tendangan sudutnya di menit akhir berhasil membuat MU mengalahkan Bayern Muenchen dengan skor 2-1 di final Liga Champions.

David Beckham
Sejak kepergian Beckham di tahun 2003, manajer legendaris Setan Merah, Sir Alex Ferguson menyerahkan kostum bernomor punggung 7 kepada pemuda ajaib dari Portugal, Cristiano Ronaldo.
Pada musim 2007-08, Ferguson meminta Ronaldo mencetak 30 gol. Tapi pemain yang kini memperkuat Real Madrid itu berhasil mencetak 42 gol dan berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions untuk MU di musim yang sama.
Setelah ditinggal MU, angka 7 di Old Trafford Stadium tidak mau dipakai oleh pemain yang tak memiliki kemampuan istimewa. Tiga pemain sudah gagal menjinakkan mitos mengerikan angka 7.
Michael Owen menjadi pemain pertama yang gagal menggunakan nomor 7. Bergabung dengan MU tahun 2009, atau setelah kepergian Ronaldo ke Real Madrid, Ferguson memberikan jersey nomor 7 kepada Owen.
Ferguson percaya kepada Owen mengingat statusnya sebagai bocah ajaib yang dibesarkan oleh Liverpool. Namun sayangnya, Owen gagal.
Pria berkebangsaan Inggris tersebut hanya mampu mencetak 5 gol dari 31 penampilan di Liga Premier Inggris selama tiga musim memperkuat Setan Merah. Owen lebih banyak duduk di bangku cadangan.
Setelah hengkangnya Owen di tahun 2012, Antonio Valencia dengan penuh percaya diri meminta Ferguson menyerahkan nomor 7 kepadanya. Valencia merasa sanggup menanggung beban berat tersebut.
Namun sayangnya, hanya semusim saja Valencia mengenakan nomor punggung 7, yakni pada 2012-13. Dia merasa tidak kuat dan mempercayai ada hal negatif yang menyambanginya selama mengenakan nomor keramat tersebut.
Karena mempercayai mitos tersebut, pemain yang berposisi sebagai bek kanan tersebut memilih untuk kembali mengenakan nomor lamanya, yakni 25.
“Saya tidak ingin orang-orang menyebut saya tidak melakukan pekerjaan untuk tim karena terbebani mengenakan seragam nomor tujuh, hal ini berkaitan dengan fakta bahwa nomor 25 adalah nomor saya ketika saya pertama kali datang ke klub dan saya bermain baik kala memakai nomor itu,” kata Valencia setelah meninggalkan nomor keramat di MU.
Pemain terakhir yang gagal mengalahkan mitos nomor keramat MU adalah rekan Cristiano Ronaldo di Real Madrid, Angel Di Maria. Winger Timnas Argentina itu didatangkan MU pada awal musim 2014-15.
Di Maria tercatat sebagai pemain termahal di Liga Premier Inggris. Untuk mendapatkannya, manajer MU, Louis van Gaal harus membayar mahar sebesar 59,7 juta pound, atau setara dengan Rp 1,2 triliun.
Ronaldo sendiri yang meminta Di Maria mengenakan nomor punggung 7 karena percaya dengan kemampuan mantan pemain Benfica tersebut. Namun faktanya berlawanan dengan yang dikatakan Ronaldo.
Di Maria gagal bersama MU. Dia hanya mampu mencetak tiga gol dari 27 penampilan di Liga Premier Inggris. Dia juga lebih banyak duduk di bangku cadangan.
Tak kuat dengan magis nomor 7 membuat Di Maria kabur dari skuat Louis van Gaal. Kini, dia tinggal selangkah lagi bergabung dengan klub asal Prancis, Paris Saint-Germain (PSG).

Depay atau Pedro?
Kini setelah ditinggal Di Maria, ada pemain baru MU yang mencoba menjinakkan angka keramat tersebut. Dia adalah Memphis Depay.
Pemain Timnas Belanda tersebut didatangkan dari PSV Eindhoven dengan status sebagai top skorer di Eredivisie musim 2014-15.
Sebagai seorang winger, Depay berhasil mencetak 22 gol dari 30 penampilan di Liga Belanda. Pria berusia 21 tahun itu menciptakan 60 peluang, 5 di antaranya berhasil menjadi gol.
Statistik juga membuktikan, Depay berhasil melewati lawan dengan cara menggiring bola sebanyak 80 kali dari 148 percobaan. Itu artinya, persentase kesuksesan Depay dalam menggiring bola sebesar 54 persen.
Selain Depay, ada juga winger Barcelona, Pedro Rodriguez yang bersedia mengenakan nomor punggung 7. Hal itu bisa terjadi jika Pedro sudah resmi bergabung dengan Setan Merah.
So, siapa yang berani mengambil tanggung jawab besar di angka 7, nomor keramat MU?

7 Pesepakbola yang Digaji Terlalu Tinggi



Triliunan Rupiah dihabiskan klub-klub di dunia untuk menggaji pesepakbola. Namun, ada sejumlah pesepakbola yang dianggap tidak pantas mendapat gaji tinggi. Siapa sajakah pemain tersebut?Berikut ini adalah 7 pesepakbola yang dianggap mendapat gaji terlalu tinggi seperti dikutip dari bolahore.com

1. Samuel Eto’o

Striker timnas Kamerun ini pernah mendapat gaji US$31,2 juta (setara Rp368 miliar) per tahun saat masih memperkuat klub Rusia, Anzhi Makhachkala. Namun, setelah 2 tahun memperkuat Anzhi, pemilik klub Suleiman Kerimov memutuskan untuk menurunkan gaji Eto’o.Kerimov sepertinya melihat kontribusi Eto’o selama 2 musim tidak signifikan dan Anzhi gagal meraih gelar satu pun. Pada Agustus 2013, Anzhi memutuskan untuk menjual Eto’o ke Chelsea. Di Stamford Bridge, gaji mantan pemain Stamford Bridge itu menurun drastis hingga lebih dari setengahnya menjadi US$10,5 juta (setara Rp123 miliar) per tahun.

2. Fernando Torres

El Nino mendapat gaji US$24 juta (setara Rp283 miliar) per tahun di Chelsea. Namun, permainan El Nino hingga kini masih jauh dari harapan Chelsea sejak dibeli dengan rekor transfer Premier League £50 juta (setara Rp982 miliar) pada 2011.Chelsea memang merebut satu gelar Liga Champions, Liga Europa dan Piala FA dengan Torres berada di skuad mereka. Tapi, pemain timnas Spanyol itu tidak terlalu memegang peran penting. Dengan Jose Mourinho sedang membidik striker anyar musim depan, Torres kemungkinan besar harus menerima gaji lebih kecil jika ada klub yang menginginkannya.

3. Dario Conca

Conca merupakan Pemain Terbaik Liga Brasil 2010 bersama Fluminense sebelum akhirnya bergabung dengan klub China, Guangzhou Evergrande, pada 2011. Di Evergrande, pemain asal Argentina itu mendapatkan gaji US$13,78 juta (setara Rp162 miliar) per tahun.Angka gaji tersebut cukup luar biasa untuk ukuran pemain yang namanya tidak pernah terdengar di luar kawasan Amerika Selatan. Bahkan, gelandang 30 tahun itu tidak pernah memperkuat timnas Argentina di level senior. Conca pernah tercatat sebagai pemain dengan gaji tertinggi ketiga di dunia, setelah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

4. Emmanuel Adebayor

Adebayor hanyalah pemanis bangku cadangan ketika Andre Villas-Boas masih menjadi manajer di Tottenham Hotspur. Padahal, pemain asal Togo itu mendapat gaji hingga US$13,6 juta (setara Rp160 miliar).
Beruntung, manajer Tim Sherwood kembali memberi Adebayor kepercayaan, hingga Tottenham tidak sia-sia membayar mahal mantan pemain Arsenal dan Manchester City itu.

5. Stephen Ireland

Stephen IrelandIreland sempat diyakini akan menjadi pemain bintang di Premier League. Itu sebabnya tim papan tengah seperti Aston Villa berani menggaji pemain asal Republik Irlandia itu US$6,24 juta (setara Rp73,6 miliar) per tahun saat dibeli dari Manchester City pada 2010.Namun, pemain berkepala pelontos itu lebih banyak dipinjamkan ke Newcastle United danStoke City. Ireland pun akhirnya dilepas secara permanen ke Stoke, awal musim ini.

6. Nemanja Vidic

Dengan usia yang sudah menginjak 32 tahun dan permainan sudah menurun, Vidic dianggap sudah tidak pantas mendapat gaji US$9,3 juta (setara Rp109 miliar) per tahun diManchester United. Kondisi tersebut tampaknya yang membuat manajemen The Red Devils memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak sang kapten, akhir musim ini.

7. Joleon Lescott

Lescott mendapat gaji lebih dari US$8juta (setara Rp94 miliar) per tahun di Manchester City. Jumlah tersebut dianggap pantas diberikan kepada Lescott pada 2 tahun lalu. Musim ini, Lescott lebih sering duduk di bangku cadangan dan baru tampil di 8 pertandingan Premier League.

8 Pemain Termahal di Tiap Posisi dalam Dunia Sepakbola


8 Pemain Termahal di Tiap Posisi dalam Dunia Sepakbola


Setiap musim, bursa transfer di dunia sepak bola selalu memberikan kejutan. Tidak jarang, beberapa klub besar menggelontorkan triliunan rupiah demi mendapatkan pemain incarannya.
Pada bursa transfer musim panas 2015, pecinta sepak bola dunia dikejutkan dengan transfer pemain muda yang harganya sangat mahal. Manchester City mendatangkan winger muda terbaik Timnas Ingris, Raheem Sterling.
Demi mendapatkan wonderkid berusia 20 tahun tersebut, manajemen City rela menyerahkan uang sebesar 49 juta pound, atau setara dengan Rp 1 triliun ke rekening Liverpool.
Selain Sterling, ada beberapa pemain mahal sepanjang masa di setiap posisi. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya seperti yang dikutip dari liputan6.com

Kiper

Pada tahun 2001, Juventus mendatangkan kiper termahal di dunia sepanjang masa dari Parma. Kiper yang dimaksud adalah Gianluigi Buffon.
Manajemen Si Nyonya Tua harus mengeluarkan uang sebesar 32,6 juta pound, atau setara dengan Rp 679 miliar demi mendapatkan kiper Timnas Italia tersebut.
Tak percuma Juventus mengeluarkan banyak uang demi memboyong penjaga gawang yang saat ini berusia 37 tahun tersebut. Empat tahun terakhir, Buffon mempersembahkan empat gelar Serie A.

Bek Kanan

Masih di tahun 2001, selain memboyong Buffon, Juventus juga merekrut bek kanan asal Prancis, Lilian Thuram dari Parma. Manajemen Si Nyonya Tua membayar 22 juta pound (Rp 458 miliar) demi mendapatkan Thuram.
Thuram yang menjadi bek kanan termahal di dunia hingga saat ini memperkuat Juventus selama lima musim. Dia berhasil mempersembahkan dua gelar Serie A dan 2 piala Supercoppa Italia.

Bek Tengah

Menurut Anda, siapa bek tengah termahal sepanjang sejarah, Fabio Cannavaro atau Rio Ferdinand? Jika Anda memikirkan salah satu di antara pemain yang disebutkan, maka jawabannya adalah salah.
Bek tengah termahal di dunia adalah David Luiz. Bek asal Brasil itu didatangkan Paris Saint-Germain (PSG) pada tahun 2014 dari Chelsea dengan mahar sebesar 50 juta pound, atau senilai dengan Rp 1,04 triliun.
Tak percuma PSG mendatangkan Luiz dengan harga yang mahal. Sebab, di musim perdananya bersama PSG, bek berusia 28 tahun itu sangat kokoh di lini pertahanan. Buktinya, dia melakukan 117 clearances, 61 intersep dan 14 blok.

Bek Kiri

Pada awal musim 2014-15, manajer Manchester United, Louis van Gaal tertarik dengan bek muda Southampton yang usianya masih 19 tahun, Luke Shaw.
Demi mendapatkan Shaw, manajemen Setan Merah (sebutan MU) rela mengeluarkan uang sebesar 30 juta pound, atau setara dengan Rp 625 miliar. Hal itu membuat Shaw menjadi bek kiri termahal sepanjang sejarah.
Namun Shaw belum mampu menunjukkan performa terbaiknya, dia lebih banyak menghabiskan waktunya di meja pesakitan karena mengalami cedera. Pada musim lalu, dia hanya tampil 16 kali di Liga Premier Inggris.

Gelandang Bertahan

Pada 2001, MU mendatangkan gelandang bertahan terbaik Timnas Argentina, Juan Sebastian Veron dari klub asal Italia, Lazio. Setan Merah mengeluarkan uang sebanyak 28,1 juta pound, atau senilai dengan Rp 585 miliar demi Veron.
Namun performa Veron tidak sehebat yang diharapkan manajer legendaris MU, Sir Alex Ferguson. Dia hanya bertahan selama dua musim di Old Trafford Stadium dengan mempersembahkan satu gelar Liga Premier Inggris.

Gelandang Serang

Top skorer Piala Dunia 2014, James Rodriguez bergabung dengan Real Madrid pada awal musim lalu. Dia didatangkan dari AS Monaco dengan mahar sebesar 63,1 juta pound, atau setara dengan Rp 1,3 triliun.
Harga mahal yang dikeluarkan Madrid terbayarkan dengan performa ciamik James. Pada musim perdananya di Santiago Bernabeu Stadium, pemain Timnas Argentina itu berhasil mencetak 17 gol dari 46 penampilan di semua kompetisi yang diikuti Los Blancos.

Winger

Cristiano Ronaldo merupakan winger termahal di dunia sejak tahun 2009 hingga 2013. Posisinya tergantikan oleh rekan setimnya, Gareth Bale.
Bale didatangkan dari Tottenham Hotspur dengan mahar sebesar 85 juta pound, atau setara dengan Rp 1,7 triliun (kurs saat ini). Tidak percuma Madrid mendatangkan pemain Timnas Wales tersebut.
Pasalanya, di musim perdana bersama Madrid, Bale berhasil mempersembahkan dua gelar sekaligus, yakni Copa Del Rey dan Liga Champions.

Penyerang

Fernando Torres bukanlah penyerang termahal di dunia lagi. Pada awal musim 2014-15, Barcelona mendatangkan Luis Suarez dari Liverpool dengan mahar sebesar 75 juta pound, atau senilai dengan Rp 1,5 triliun.
Barcelona tidak rugi membeli striker berusia 28 tahun tersebut. Pada musim perdananya di Camp Nou Stadium, Suarez berhasil mempersembahkan tiga gelar sekaligus, yakni La Liga, Copa Del Rey dan Liga Champions.